Selasa, 08 Oktober 2013

Nama Sertifikat Dan Ijasah Pelaut Terbaru Amandement SCTW Manila

Sebenarnya ini bukan berita terbaru,tapi udah lama di dengungkan pemerintah apalagi pelaut yang di luar negeri membawa isi dari pertemuan para pelaut di manila.Nama Sertifikat Dan Ijasah Pelaut Terbaru Amandement SCTW Manila kini sudah banyak perubahan dari ijasah tertinggi sampai sertifikat penunjangnya,Sementara di indonesia belum ada perubahan sampai tahun 2013 mendatang,Dan kabar ANT5 pun tak kunjung di putuskan pemerintah.Adapun nama nama sertifikat tersebut coba saya posting ke dalam blogku,semoga banyak mamfaatnya.Perubahan nama Ijazah dan tambahan beberepa seritfiktat yang harus dipenuhi sesuai dengan Amandement SCTW Manila 2010, sebagai berikut :



1.ANT/ATT ~ IV s/d I dirubah menjadi COP (certificate of proficiency ) IV ~ I
2.ANT.D/ATT.D dirubah menjadi NWR (navigational watch rating)

Tambahan untuk Perwiraa Deck ~ IV & III
1.ECDIS
2.BRM
3.SAT (security aware trainning)
4.Application of Leadership & Team Working Skill
5.Enviroment aware trainning
6.Cargo Space Inspection

 Untuk Perwira Deck II & I sama dengan yang diatas  hanya ditambah Navigat at Polar Water)

Tambahan untuk Perwira Mesin:
1.Engine Resort Management
2.Security Aware Trainning
3.Application of Leadership & Team Working Skill
4.Marine Steam Turbin
5.Marine Steam Boiler

Batas pelaksanaan Up Dating dan tambahan sertifikat ~ Januari 2013 -2016



Terima kasih untuk berkunjung di blog saya yang serba kekurangan dan tidak lepas dari kekeliruan ,semoga apa yang saya tulis bermanfaat bagi anda sahabat pelaut semua dan saya sekali lagi berterima kasih kalau anda mau mengikuti blog saya dengan mengklik ikuti blog saya pada halaman sebelah kanan dan memberi masukan lewat komentar serta memberi saya masukan artikel atau tulisan lewat email saya ridwanborneos@gmail.com dan facebook saya di ridwan pontianak yang juga di sediakan link langsung di samping halaman blog.akhir kata semoga bermanfaat dan sukses slalu buat anda ...amin.
 

Isyarat Kode Internasional

Bagi seorang pelaut Isyarat Kode Internasional  harus bener bener dia pahami agar kalau memungkinkan untuk di pergunakan bila situasi darurat akan mudah bertindak dan mengetahui apa yang harus dia lakukan.Isyarat Kode Internasional berlaku di seluruh dunia dan selalu ada di atas kapal baik berupa kode bendera maupun kode tanya jawab,memang sekarang jarang di gunakan tapi sebaiknya teman pelaut harus tau untuk ilmu dan sejarah.


A (Alfa)
"Ada penyelam dalam air; jauhkan diri dan berlayar perlahan."


B (Bravo)
"Kami sedang memasukkan, atau mengeluarkan, atau mengangkut bahan berbahaya." 

C (Charlie)
"Sudah tentu." 

D (Delta)
"Jauhkan diri anda kami mengalami kesukaran mengemudikan kapal."

E (Echo)
Kami mengubah haluan ke kanan.

F (Foxtrot)
"Kapal ini hilang upaya; berhubung dengan kami." 

G (Golf)
"Kami memerlukan mualim."
Apabila dikibarkan oleh kapal perikanan yang dekat dengan kawasan perikanan, artinya:
"Kami sedang menarik jaring."


 H (Hotel)
"Ada mualim dalam kapal."

I (India)
Kami mengubah haluan ke kiri


J (Juliet)
"Kapal ini terbakar dan mengangkut barang muatan berbahaya: jauhkan diri," atau "Kami kebocoran barang muatan berbahaya."

K (Kilo)
"Kami hendak berhubung dengan anda." Dengan satu angka, "Kami hendak berhubung dengan anda melalui..."; 1)


L (Lima)
Di pelabuhan: "Kapal ini sedang dikarantin.
"Di laut: "Tolong hentikan kapal dengan segera."



M (Mike)
"Kapal ini terhenti dan tidak dapat berjalan laju terhadap air."

N (November)
"Tidak."

O (Oscar)
"Orang jatuh laut."
Jika diterbalikkan, menjadi bendera semafor.

P (Papa)
Blue Peter.
Di pelabuhan: Semua abk mesti melapor diri dalam kapal kerana kapal akan berlepas ke laut.
Di laut: Boleh digunakan oleh kapal perikanan untuk menyatakan: "Jaring kami terkena hambatan dalam laut."

Q (Quebec)
"Kapal kami 'sehat' dan kami memohon bebas."

R (Romeo)
"Kapal ini tidak bergerak."

S (Sierra)
"Kapal ini sedang bergerak mendur."
Dengan sekurang-kurangnya satu angka, kelajuan dalam knot.

T (Tango)
"Jauhkan diri; pukat tunda berpasang sedang digunakan."

U (Uniform)
"Anda sedang menuju ke kawasan bahaya."

V (Victor)
"Kami memerlukan bantuan."

W (Whiskey)
"Bantuan pengobatan diperlukan."

X (Xray)
"Tolong hentikan segala rencana anda dan perhatikan isyarat kami."

Y (Yankee)
"Kami sedang menyeret jangkar."

Z (Zulu)
"Kapal tunda diperlukan."



Terima kasih untuk berkunjung di blog saya yang serba kekurangan dan tidak lepas dari kekeliruan ,semoga apa yang saya tulis bermanfaat bagi anda sahabat pelaut semua dan saya sekali lagi berterima kasih kalau anda mau mengikuti blog saya dengan mengklik ikuti blog saya pada halaman sebelah kanan dan memberi masukan lewat komentar serta memberi saya masukan artikel atau tulisan lewat email saya ridwanborneos@gmail.com dan facebook saya di ridwan pontianak yang juga di sediakan link langsung di samping halaman blog.akhir kata semoga bermanfaat dan sukses slalu buat anda ...amin.

Senin, 07 Oktober 2013

Kenapa Sertifikat Pelaut Harus Di Revelidasi

Kenapa Sertifikat Pelaut Harus Di Revelidasi ? - Mungkin inilah tangapan teman teman di INDONESIA SEAFARERS COMMUNITTY (FACEBOOK)terhadap kebijakan pemerintah atau pun dunia akan peraturan tentang sertipikat pelaut yang harus di perbaharui antara 6 bulan dan 5 tahun.Apa yang kita dapat khususnya para pelaut dan keuntunganya dan apa yang di dapat pihak perusahaan atau pun pemerintah dalam hal ini.Semoga saja kita bijak untuk menangapinya.

Franz Corvinus @ Ngak jlas sbnarnya revalidasi itu kalo kita msh aktif cuma ganti kertas aja..pelaut ini cm diobyekin sm pemerintah dgn adanya macam2 peraturan yang praturan itu sendiri tidak memihak atau membela pelaut dgn kecilnya gaji diplayaran merah putih...duit lagi kita kluar buat revalidasi...makin kaya aja bag yg ngurus itu!!!

GIYAT WARSITO @ sekedar info revalidasi itu karena adanya stcw 2010 / stcw manila jd bukan hanya di indonesia di malaysia juga karena negara yg dibawah imo pasti mengikutin jd bukan salah pemerintah



AJI LAGI LIBURAN @ all waduh jd bingung,ad dosen di surabaya blg,g prlu reval krn buang2 duit dan tidak akan hilang nama kita dr site pelaut.go.id
Tp sy prnh di tolak d suatu prusahaan krna Bst dan Scrb sy blm d reval
Nah skrang pndapat teman2 ad yg pro ad jg yg contra
Nah tp kl karna stcw manila it yg sy br tau,slama ini or2 blg cm revalidasi krn srtfkat sudah 5thn jd hrs d update,tnp ad data yg congkrit
kenapa ditolak sama company? karna company juga diharuskan oleh IMO bahwa crew yg bekerja di atas kapal haruslah memilki sertifikat yg sudah direvalidasi,,g hanya pelautnya aja compeny pun juga kena aturan IMO,,jadi sertfikat itu mesti d revalidasi,,aturannya ada

Mulyadi Asep @ setahu sya , kalo kita joint di satu company dan terus continue ga putus2 , habis kontrak sambung dan sambung lagi di company yang sama ga perlu reval tu bro walaupun ga reval bertahun tahun , cuma masalah nya kalo kita misal dapat kesempatan can yang lebih bagus saat kita pindah , pasti company baru itu menuntut untuk di revalidasi , dan juga bagi kawan2 pelaut yang sudah nganggur lama lebih dari 1 atau 2 tahun dan sertifikat nya dah lewat masa tenggang revalidasi ( 5 tahun masa tenggang) wajib merevalidasi ,,,

AJIE LAGI LIBURAN@all owh gt y jd bkn seaman nya aj yg hrs update company jg hrs update
Kl d blg kt sdah krj d suatu prusahaan brthun2 tdk hrs reval,tp knp tmn sy d off krn srtfktnya hrs d reval dan krn kpl urgent mau brngkt tmn sy it trpksb resign
Kyknya pemerintah khususnya prhubungan laut blm trsosialisakin kan dng baik ni msalah reval,bktinya ad compani yg trima n g trima mslah reval ini,ad yg tanggap ad jg yg cuek aj
Tp it lah knyataannya d negra kt ini msh blm d standarisasi,trahir sy d cnmpany singapur mereka g mempermasalahkan tp bnyk jg kbr burung yg blg kl g d reval srtifkat akan hilang
Mknnya sy tnya pndapat tmn2 semua dng pngalaman kt yg berbeda2 mungkin jd ad masukan yg positif
MAJU TERUS PELAUT INDONESIA

Toni Lung @itulah makanya ,,compeny pun juga diharuskan oleh IMO bahwa crew yg bekerja diperusahaanya memilki stfkat yg sdh d revalidasi,, karna pada akhirnya pelaut itu sendiri yg susah jika stfkatnya tidak update,,
REPOT JUGA KAN JIKA KAPAL SUDAH URGENT MAU BERANGKAT ,,MALAH DISURUH RESIGN GARA2 SERTFKAT BLUM UP DATE/??? intinya slama masih ingin kerja dilaut,,serfikate harus di UPDATE kalo sudah mendekati USIA UDHZUR...
Jika kpl nya g masuk daftar IMO apakah harus reval juga?ada juga kpl IMO modal passport aja bisa masuk kerja

itulah komentar dari teman teman'
Terima kasih untuk berkunjung di blog saya yang serba kekurangan dan tidak lepas dari kekeliruan semoga apa yang saya tulis bermanfaat bagi anda sahabat pelaut semua dan saya sekali lagi berterima kasih kalau anda mau mengikuti blog saya dengan mengklik ikuti blog saya pada halaman sebelah kanan dan memberi masukan lewat komentar serta memberi saya masukan artikel atau tulisan lewat email saya ridwanborneos@gmail.com dan facebook saya di ridwan pontianak yang juga di sediakan link langsung di samping halaman blog.akhir kata semoga bermanfaat dan sukses slalu buat anda ...amin

Awas Ijasah Palsu Dan Sertifikat Pelaut Palsu Bertebaran !!!!!

Kepala Badan Diklat Kemenhub Dedi Darmawan mencatat, per 30 Juni 2012 jumlah pelaut Indonesia sebanyak 315.000 orang. Dari jumlah itu  102.500 merupakan perwira yang 60 persen aktif sebagai pelaut, sementara jumlah kapal 9.000 unit atau tidak sebanding alias kekuarangan pelaut.
Untuk menggenjot produksi pelaut dalam negeri, Deddy memastikan mulai tahun ini Kemhub melaksanakan program percepatan penerimaan calon pelaut pada lembaga diklat kepelautan dengan program crash program atau fast track.

Sertifikat Dan Ijasah Pelaut Palsu Bertebaran  

oleh ridwan borneo

Semangkin banyaknya perusahan odong odong yang berdiri dan memperkerjakan ijasah pelaut palsu di mana hanya untuk keuntungan bisnis semata tidak melihat dampak yang di timbulkan bagi pelaut yang berjuang untuk mendapatkan ijasah asli itu sendiri Membuat para calo pembuat ijasah palsu yang di untungkan.Adanya beberapa faktor yang menyebabkan ijasah laut palsu banyak di perjual belikan.Aturan dan peraturan sudah di terapkan,sekolah pelayaran pun banyak yang di langar oleh calo,pelaut bahkan orang dalam itu sendiri.calon pelaut mau cepat dan memilih jalan ringkas serta kurangnya pendidikan dan minimnya informasi membuat semangkin bertebaranyaijasah laut palsu yang semangkin cangih dengan bisa di akses online di situs resmi pelaut...Weleh...weleh...!!!!






Adapun padanya ijasah pelaut palsu karna adanya kerjasama antara pihak pihak abeberapa oknum pemerintah,jadi tidak bisa membedakan antara yang palsu dan asli karna semua online di internet.Banyak sekali kita lihat aturan dan peraturan di langar dan juga syarat syarat pendidikanya yang kurang di dukung pemerinta hingga pelaut yang kurang memahami syarat yag sebagian orang di angap memberatkan dan bertele tele.

Saya ingin memberi saran yang sederhana sepeti petani bila dia ingin mengarap sawah dan menghasilkan sesuatu yang berkwalitas dia harus mempunyai alat yang mendukung seperti alat cangkul,bajak dan skil serta bibit dan pupuk yang baik maka dari itu pelaut pemula yang ingin menjadi pelaut profisional jangan mencoba memalsukan dan memberi kesempatan orang memalsukan ijasah itu sendiri.Maka di posting berbagi informasi pelaut dalam judul ijasah pelaut palsu ini untuk membatu teman teman agar tidak terjerumus dalam hal yang negatip ,masih banyak kok sekolah pelayaran di indonesia yang bersaing menawarkan pasilitas dan harga.
Adapun hal hal yang membuat seseorang membuat ijasah pelaut palsu adalah

1.Karna si pelaut tidak mau meluangkan waktunya dan tidak mau rugi bila harus duduk berlama lama di suatu ruangan hanya untuk selembar kertas itu sendiri.

2.Karna ada rasa minder bagi yang berusia atau enggak pede mengangap sekolah itu hanya untuk usia remaja.

3.Karna kurangnya informasi dan mudah untuk ditipu.

4.Karna tidak adanya swipping yang benar benar paten,menangkap pihak perusahaan atau calo,dan pelaut itu sendiri,sehingga gampang bermain uang di dalamnya.

5.Terlalu berbelit belit prusudurnya dalam pengambilaan ijasah oleh sebagian orang.

6.Semua mengangap bisa di atur dengan uang.



Terus terang saya kecewa dan prihatin dengan masalah tersebut,banyak yang berucap ah..kalau ketangkap semua bisa di atur perusahaan ,perusahaan aja mau kok.dan lebih miris lagi melihat pelaut yang berjuang untuk mendapatkan sertipikat itu,mengangur dan kesana kesini untuk mencari kerjaan sedangkan yang punya ijasah palsu dengan mudah mendapatkanya,asal di gaji sedikit murah dan tidak standar gaji perwira.

Di salah satu media cetak electronic bilang bahwa semua gencar gencarnya membasmi ijasah palsu dan setiap propinsi dan pelabuhan banyak yang menangkap tapi buktinya masalah itu hilang bak angin lalu.
Dan di media itu juga mengatakan membedakan ijasah palsu bisa di cek di website pelaut.
online apa enggak.tapi sekarang banyak yang palsu bisa online di dubing,tempel maupun di keluarkan pihak yang berwenang tampa STTPK nya.dengan 20 juta bias online bahkan lebih murah dari harga segitu.Lihat saja di sunda kelapa,
Ini isi berita media online tersebut:

Diduga banyak beredar ijazah palsu, Kementerian Perhubungan memperketat pemberian pemberian Surat Izin Berlayar  (SIB) dan buku pelaut.Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut Kemhub, Bobby R Mamahit  mengaku telah memerintahkan  Administrator Pelabuhan di seluruh Indonesia untuk memeriksa seluruh dokumen pelaut mulai dari tingkat  Awak Buah Kapal (ABK) hingga level perwira.

“Kalau ditemukan di atas kapal ada ABK  dan perwira kapal ijazahnya palsu, maka saya suruh stop pemberian SIB ke perusahaan pelayarannya,” kata Bobby.
Menurutnya, maraknya peredaran ijazah pelaut ilegal ini dipicu oleh krisis tenaga pelaut. Sehingga  ada sekelompok oknum memanfaatkan kondisi itu dengan menjualbelikan  ijazah kepada pencari kerja.
Dikatakan, selama ini ada tiga jenis ijazah palsu yang digunakan pelaut. Pertama, ijazah pelaut tersebut benar-benar dipalsukan, seolah-olah pelaut tersebut lulusan dari sekolah pelayaran tertentu. Kedua ialah ijazah asli yang dikeluarkan lembaga resmi tapi dipertjualbelikan  atau disewakan kepada orang lain.

Ketiga ialah ijazah milik pelaut terbang, yaitu seorang pelaut yang bekerja pada berbagai perusahaan pelayaran. Untuk memastikan apakah ijazah itu asli atau palsu, pihak perusahaan pelayaran  bisa langsung  mengklik website pelaut.co.id. ”Ini situs resmi Kemenhub yang mencantumkan nomor register dan foto pelaut yang bersangkutan. Perusahaan disarankan terus mengupdate daftar tersebut agar tidak kecolongan,”tegas Bobby..

Kepala Badan Diklat Kemenhub Dedi Darmawan mencatat, per 30 Juni 2010 jumlah pelaut Indonesia sebanyak 315.000 orang. Dari jumlah itu  102.500 merupakan perwira yang 60 persen aktif sebagai pelaut, sementara jumlah kapal 9.000 unit atau tidak sebanding alias kekuarangan pelaut.
Untuk menggenjot produksi pelaut dalam negeri, Deddy memastikan mulai tahun ini Kemhub melaksanakan program percepatan penerimaan calon pelaut pada lembaga diklat kepelautan dengan program crash program atau fast track.


Terima kasih untuk berkunjung di blog saya yang serba kekurangan dan tidak lepas dari kekeliruan semoga apa yang saya tulis bermanfaat bagi anda sahabat pelaut semua dan saya sekali lagi berterima kasih kalau anda mau mengikuti blog saya dengan mengklik ikuti blog saya pada halaman sebelah kanan dan memberi masukan lewat komentar serta memberi saya masukan artikel atau tulisan lewat email saya ridwanborneos@gmail.com dan facebook saya di ridwan pontianak yang juga di sediakan link langsung di samping halaman blog.akhir kata semoga bermanfaat dan sukses slalu buat anda ...amin.
 

Kamus Istilah Pelayaran

Nama Dan Istilah Dalam Dunia Pelayaran | Kalau anda seorang pelaut pemula maka nama dan istilah dalam dunia pelayaran harus bisa di pahami untuk wawasan bila sedang berlayar maupun pekerjaan yang di lakukan di pelabuhan.aturan dan peraturan ini berlaku di seluruh dunia dimana sudah di pahami sebelum terjun ke dunia maritim maka dari itu saya coba berbagi pengetahuan maupun informasi maritim agar berguna bagi teman pelaut semuanya.dalam posting berbagai informasi pelaut indonesia ini,untuk menambah ilmu dan wawasan kita bersama tentang Kamus shipping dan istilah dalam dunia maritim pelayaran internasionalFoto pada sampul posting ini adalah :

Kamus Istilah Tentang Pelayaran
ISBN: 9786029523973
Pengarang : Endi Sabana
Penerbit : Baliko
Tahun Terbit : 2012
Berat : 0.50 kg
Deskripsi : Kamus Istilah Tentang Pelayaran edisi Lengkap. Di lengkapi Undangan-Undangan Pelayaran dan Undang - Undang Wilayah Negara

Di copy faste dari blog duta ilmu

oleh Ridwan Borneo

Berbagi pengetahuan sudah sewajarnya di lakukan para pelaut senior untuk pelaut pemula di seluruh indonesia untuk bisa di pakai di luar negeri dengan bahasa yang baik.nama dan istilah dalam dunia pelayaran ini bukan hanya berguna bagi kita sendiri tapi sangat berguna untuk menjalin komunikasi dalam pekerjaan,lebih mengenal aturan dan peraturanya sehingga kita mampu menjadi pelaut profisional dan bersaing di luar sana dan bisa berbagi pekerjaan bila ada lowongan sehingga banyak pelaut pemula bisa mandiri dengan ilmu pendidikan yang di milikinya,dengan menempuh pendididkan pelaut indonesia yang tersebar di seluruh indonesia di antaranya pendidikan pelaut semarang,pendidikan pelaut jakarta dan masih banyak pendidikan pelaut lainya.

Sering kita hanya mengenal istilah tersebut dalam bahasa yang tidak kita mengerti dan juga tidak di mengerti orang lain,sehingga perlunya berbagi pengetahuan oleh siapa saja yang mampu dan bisa memberi tahu untuk kemajuan kita bersama sehingga saling bahu membahu bila berada di luar negeri ,bukan hanya mementingkan satu golongan tapi melupakan pelaut pemula kita yang masih bertebaran dengan gaji yang tidak pantas,tapi memahami nama dan istilah dalam dunia pelayaran,berararti menambah nilai poin kita sebagai pelaut
bukan saja untuk di mengerti oleh pelaut pemula atau pelaut senior tapi seluruh pelaut indonesia lainya.


Abaft =
buritan, di bagian belakang

Aboard =
Di (atas, dalam), berada di atas/dalam kapal, naik kapal.

Abyss =
That volume of ocean lying below 300 fathoms from surface.
Bagian dasar laut yang menyerupai jurang ngarai yang sangat dalam, biasanya berada dalam kedalaman 300 mil.

Accommodation Unit / Floatel =
 Biasanya digunakan untuk menyelam atau seperti jackup (liat Jackup), 
dilengkapi dengan kabin, fasilitas makanan dan kantor yang mampu menampung hingga 800 personel konstruksi atau operator platform lepas pantai. Sebuah unit akomodasi biasanya juga dilengkapi dengan ruang kerja dan fasilitas penyimpanan.

Adrift = 
Terapung-apung, hanyut terkatung-katung. Berada dalam kondisi terapung di laut saat angin betiup kencang dan pada saat pasang air laut, biasanya digunakan untuk menyebut orang yang tidak berada pada tempatnya; meninggalkan tempat kerja.

Aframax = 
Sebuah kapal tanker yang memuat minyak dengan berat mati 75.000-115.000 ton. Ukuran statistik ini digunakan untuk menjaga stabilitas ukuran dari “Aframax Tanker”, karena pada beberapa tanker berat matinya lebih dari 125.000 ton atau bahkan kurang dari 70.000 ton.


Against the Sun =
Pergerakan yang berlawanan dengan arah jarum jam. Tali yang kidal digulung dengan cara ini.

AHTS =
 Anchor Handling Tug & Supply, kapal pengatur jangkar yang juga dikombinasikan dengan fungsi kapal suplai.

All Risks: 
Pertanggungan untuk semua jenis kerugian dan kerusakan namun tak termasuk kerusakan karena sifat barang sendiri, kehilangan kesempatan pasar dan risiko karena kerusuhan dan peperangan.

Alongside = 
Berada di samping kapal, dermaga, atau tembok pelindung pelabuhan.

Altar = 
Tangga/undakan pada dry dock (galangan kapal), yang menuju tepi pantai atau bagian yang rendah.

Anchor Handling Tug (AHT) =
 Kapal yang membawa tugas tertentu untuk proses operasional di laut seperti memasang dan memindahkan jangkar, mengangkut alat-alat instalasi pengeboran bawah laut, dsb. Kapal tersebut juga dapat berfungsi ganda sebagai kapal pensuplay kebutuhan (Anchor Handling Tug & Supply / AHTS).
(sedikit dari postingan Istilah dalam pelayaran indonesia)
Anchor Ice = 
Es, dalam bentuk apapun, yang terdapat di laut dan dapat membahayakan kapal.

ANNUAL SURVEY = 
Inspeksi tahunan yang dilakukan oleh petugas khusus (biasanya dari class) untuk mengecek keadaan kapal.

Apeak = 
Kondisi dimana tali pengait pada jangkar telah dikaitkan dan dalam kondisi vertikal.

A-stay =
Kondisi tali pengait jangkar pada saat bagian ujungnya yang bergerak kira-kira sama dengan sambungan bagian depan yang diam.

Athwart =
Menyeberang. Transfer.

A-trip = 
Kondisi dimana tali pengait jangkar akan segera putus dan menghantam dasar.

Avast = 
Permintaan untuk segera berhenti, berhenti dari sebuah aksi.

Awash = Terendam air, diliputi ombak.

Ballast =
Pemberat pada kapal yang biasanya digunakan oleh kapal-kapal pengangkut kargo setelah kargo tersebut dibongkar. Sehingga kapal tidak kehilangan keseimbangan saat melaju tanpa muatan. Kapal kargo yang tanpa muatan biasanya memasukkan air laut untuk pemberat, kondisi ini dinamakan “ballast”.

Bar Taut =
Kondisi tali saat mengalami tekanan sedemikian rupa hingga menjadi kaku.

Bareboat Charter = 
Proses peminjaman kapal kosong oleh penyewa berdasarkan perjanjian sewa-menyewa antara pemilik kapal dan penyewa, dengan tarif sewa yang telah ditentukan. Pada saat kapal tersebut disewa maka menjadi milik penyewa dan bertanggungjawab atas segala biaya operasional kapal dan kru kapal serta asuransi kapal sampai batas perjanjian selesai.

Barque =
Kapal layar dengan tiga atau lebih tiang layar, yaitu tiang belakang yang dipasang pada haluan dan buritan, dan tiang lainnya yang dipasang pada tengah kapal.

Barquentine = 
Kapal layar dengan tiga atau lebih tiang layar, yaitu tiang depan yang dipasang pada bagian tengah kapal dan tiang lannya yang dipasang pada haluan dan buritan.

Barratry =
Tindakan operasional yang tidak sesuai dengan prosedur atau etika yang dilakukan secara sengaja oleh nahkoda atau anak buah kapal tanpa sepengetahuan pemilik barang atau kapal, dan menimbulkan kerugian baik bagi pemilik kapal maupun pemilik barang.

Beams Ends = 
Keadaan kapal saat garis geladaknya hampir berposisi vertikal karena terlalu lama dalam keadaan diam.

Bear Off = 
Menapiskan, menjauhkan; perintah yang diberikan kepada awak kapal di bagian haluan untuk menjauhkan kapal dari dinding dermaga atau obyek lainnya yang berada di sisi kapal; perintah menjauhkan kapal dari obyek yang bergerak mendekat.

Before the Mast = Sebutan untuk seseorang yang telah lama berlayar; di depan tiang kapal.

Belay = 
Istilah yang sering digunakan pelaut yang menyatakan penangkapan, atau membatalkan, menghentikan sesuatu; mengikat tali secara cepat dengan melilitkannya pada paku, atau obyek lain.

Bergy Bits =
Pecahan dari es yang berukuran kurang lebih seukuran rumah kecil, biasanya merupakan patahan dari bongkahan glasier.

Berth = 
Tempat di mana sebuah kapal sedang ditambatkan atau diamankan; tempat di sekitar kapal yang dipasangi jangkar atau yang akan dilempar jangkar; akomodasi terbagi dalam kapal; perekrutan kru kapal; menempatkan kapal pada tempat yang diinginkan.

Beset =
Kondisi kapal saat dikelilingi sepenuhnya oleh es.

Bleed the Monkey = 
Mencuri secara sembunyi-sembunyi isi dalam sebuah tong dengan membuat lubang kecil dan menyedot isinya.

Boat = 
Kapal kecil yang biasanya digunakan untuk mengangkut penumpang atau kegiatan lainnya dalam skala yang kecil dan untuk jangkauan jelajah yang kecil pula.
(jangan lupa memberi komentar pada postingan Istilah dalam pelayaran indonesia ini )

Bone = 
Busa yang terdapat pada baling-baling kapal yang sedang bergerak yang biasanya jarang diketahui atau diperhatikan.

Booby Hatch = 
Penutup yang dapat digerakan secara meluncur yang biasa terdapat pada kabin kapal kecil, ruang penyimpanan, atau kantor kru kapal.

Bound = Proses menuju tujuan tertentu atau tempat yang spesifik.

Bouse =
Menghela atau menyeret tali ke bawah. Sebenarnya ‘menghela’ berarti menarik ke atas, ‘menyeret’ berarti menarik secara horizontal. Perpaduan kata ini berarti menarik tali ke bawah.

Bowse = Menjatuhkan tali ke bawah.

Brash =
Pecahan es yang biasa terdapat di lautan dengan ukuran yang relatif kecil yang berdiameter sekitar 6 kaki.

Breach = Sebutan bagi gelombang atau ombak yang menghantam kapal hingga rusak.

Breast =
Garis pemasangan jangkar yang kurang lebih tegak lurus dengan garis haluan dan buritan kapal.

Breast Rope = 
Tali jangkar yang terpasang dari bagian haluan atau tengah kapal dengan sudut yang tepat terhadap garis depan dan belakang kapal.

Brig = Kapal dengan dua buah tiang.

Brigantine = Kapal perompak atau bajak laut; kapal bertiang dua yaitu tiang depan dan tiang utama tetapi dengan layar utama depan dan belakang, yang ada pada abad 19; pengertian pada kapal masa kini adalah kapal bertiang dua dengan tiang depan dan tiang utama.



Brow =
Jalan kecil yang menghubungkan kapal dengan daratan saat berada di dermaga atau di sisi tambatan kapal.

Bucko = Petugas/pengawas yang suka menggertak dan kejam.

Bulk Carrier = Sebuah kapal dengan geladak tunggal untuk membawa kargo/muatan yang sejenis.

Bulkhead = 
Bagian depan dan buritan, pembagian bagian kapal secara vertikal untuk memisahkan interior menjadi beberapa kompartemen. Dapat tembus air, meningkatkan rigiditas struktur kapal, dapat melokalisasi efek kebakaran dan air jika terjadi banjir.

Bulk-oil carrier = 
Kapal multifungsi yang dibuat untuk mengangkut batubara atau minyak. Kapal ini biasanya memiliki penutup tahan air agas batubara tidak basah ketika hujan.

Bunker = Bahan bakar minyak yang digunakan untuk mengoperasikan mesin kapal atau generator.

Buoyage = 
Kondisi di mana pelampung sedang dilemparkan atau diletakkan di lautan untuk menolong orang atau untuk menstabilkan kondisi kapal.


Burgoo =
Nama seorang pelaut yang digunakan untuk menyebut bubur gandum. Pertama kali disebutkan dalam “Adventures of Sea” karya Edward Coxere (1656)

By the Board = Di atas kapal atau di sebelah kapal.

Cable =
Istilah unit kelautan untuk menyatakan jarak yang bernilai sekitar 1/10 mil atau 608 kaki atau 200 yard.

Calving = Menghancurkan atau memisahkan bongkahan es dari glasier atau gunung es.

Camber = Bagian geladak yang melengkung untuk menahan air; bagian standar dari geladak luar yang berukuran sekitar 1/50 lebar kapal.

Camel = 
Cekungan di bawah kapal yang terbuat dari logam atau kayu yang diisi air. Saat airnya terpompa keluar, bagian ini akan dapat mengangkat kapal. Merupakan alat penting untuk tindakan penyelamatan. Biasanya dioperasikan secara berpasangan. Telah digunakan di Rotterdam pada tahun 1690; istilah untuk tindakan pengangkatan kapal.

Can Hooks =
Dua pengait datar yang dapat bergerak bebas pada tali rantai atau kabel. Pengait ini terletak di bagian bawah tong kosong sehingga berat tong tersebut hanya pada rantai atau kabel yang akan mencegah pengait terlepas.

Capesize = Kapal yang terlalu besar untuk melewati Terusan Suez dari Teluk Arab, sehingga terpaksa melewati Tanjung Harapan, dengan berat mati sekitar 80.000-175.000 ton.

Captain = Pangkat dalam Angkatan Laut di antara Komandan dan Komodor; Ketua kapal pedagang/kapal biasa yang memberi perintah di kapal.

Careen = 
Mengatur posisi kapal sehingga sebagian besar bagian bawahnya berada di atas air, untuk keperluan perbaikan atau penambahan bahan anti-karat. Biasanya dilakukan pada kapal kecil.

Carry on = 
Melanjutkan pelayaran dengan layar terkembang karena kondisi angin yang memburuk.

Catching up Rope = Tali ringan pada pelampung untuk menahan kapal saat pemasangan jangkar.

Catenary = Rantai panjang pada bagian tengah tali pengeret untuk mengurangi tekanan yang mendadak; beban apapun yang dipasang pada tambang kapal untuk mengurangi tekanan; lengkungan yang terbentuk oleh rantai yang menggantung pada dua titik.

Cat's Skin = Angin sepoi-sepoi yang hangat pada permukaan laut.

Charter = Penyewaan kapal dengan selang waktu dan jarak pelayaran atau paket perjalanan tertentu.

Charter party = 
Kontrak antara pemilik kapal dan penyewa, dengan syarat dan ketentuan detail setiap tanggungjawab pada transaksi.

Charterer = Pihak yang menyewa kapal dari pemilik kapal.

Check = Mengendurkan tali sedikit, kemudian mematikan ikatan tali tersebut.

Checking = Mengendurkan tali sedikit dengan hati-hati dan teliti.

Chemical tanker = 
Kapal tanker yang dibuat khusus untuk transportasi bahan kimia. Biasanya dilengkapi dengan beberapa tanki berlapis bahan stainless steel. Kapal ini dapat membawa beberapa bahan kimia yang berbeda sekaligus, karena masing-masing tanki memiliki sistem pipa dan pompa tersendiri untuk proses bongkar dan muat bahan kimia.

Chuch = Sebutan yang biasanya diberikan untuk ketua yang adil.

Classification = 
Pengelompokan, klasifikasi. Setiap kapal harus memasuki komunitas klasifikasi jenis kapal tertentu untuk kemudahan asuransi dan perekrutan tenaga kerja pada kapal. Komunitas klasifikasi ini merupakan badan independen di bawah pengawasan para professional perkapalan. Untuk mempertahankan klasifikasi, kapal harus memenuhi standar dan diinspeksi oleh komunitas klasifikasi yang bersangkutan.

Clock Calm = Cuaca laut yang sangat tenang dengan ombak yang sempurna
.
Close Aboard = Dekat, berdampingan, sangat dekat
.
Colimation =. Penjajaran yang benar pada bagian optis suatu instrumen.

Combination carrier = 
Kapal yang dapat mengangkut baik kargo cair maupun serbuk atau kering. Ada dua jenis combination carrier: ore carrier, pengangkut bijih tambang, dan bulk-tank-ships, kapal tanki pengangkut serbuk kering.

Container vessel = 
Kapal yang didesain khusus untuk membawa kontainer standar (TEU). Biasanya disebut juga cellular container ship. Sebagian besar kapasitas pengangkutan kargo berada pada bagian atas geladak tempat kontainer diletakkan, atau pada ruang bersekat tertentu. Kontainer diangkut dan diturunkan dengan derek khusus. Container ship biasanya melaju dengan cepat dan terjadwal.

Crack on = Menjalankan kapal atau berlayar dengan kecepatan dan kemampuan penuh.

Craft = Kapal atau beberapa kapal dengan berbagai jenis dan ukuran.

Crane and Construction Vessel / Unit = 
Sebuah kapal, perahu, atau kapal selam yang memiliki perlengkapan untuk konstruksi atau perbaikan suatu instalasi. Kadang juga menawarkan fasilitas akomodasi. Pelayanan lain yang ditawarkan adalah fasilitas penyimpanan, suplai air, udara bertekanan dan listrik, ruang kantor, pusat komunikasi, landasan helikopter , dan lain-lain.
(jangan lupa untuk meningalkan komenter di posting di istilah dalam pelayaran indonesia)
Crank =
Sebutan untuk kapal yang memiliki stabilitas rendah, yang dapat disebabkan oleh proses pembuatannya atau karena goncangan kargo yang dibawanya.

Creep = Mencari obyek tenggelam dengan mengirimkan pencari ke dasar laut.

Crew = 
Awak kapal, personel kapal selain nahkoda yang bekerja pada perahu atau kapal. Kadang-kadang awak kapal dibedakan dengan pegawai kapal; tetapi pegawai atau petugas kapal dapat berarti awak kapal yang legal.

Crimp =
Seseorang yang mengumpan pelaut dari kapalnya dan merampok pelaut tersebut, dan atau memaksa pelaut untuk meninggalkan/pindah kapal.

Crude Oil Carrier = 
Kapal yang didesain untuk membawa minyak mentah dalam tanki. Contoh kapal jenis ini diantaranya Panamax (berat mati 50.001-80.000ton), Aframax (berat mati 80.001-120.000ton), Suezmax (berat mati 120.001-200.000ton), VLCC (berat mati 200.001-350.000ton), dan ULCC (berat mati 350.001 atau lebih).

Cruise =
Berpesiar. Perjalanan kapal dengan beberapa arah tujuan; berlayar dengan beberapa arah tujuan untuk kesenangan, pencarian, atau keperluan latihan.

Cruise ship =
Kapal pesiar, kapal penumpang yang membawa penumpang untuk melakukan perjalanan wisata diantara beberapa pelabuhan tertentu, biasanya dimulai dan diakhiri di pelabuhan yang sama. Standar akomodasi dan rekreasi kapal ini cukup tinggi.

Culage = Menempatkan kapal di atas dermaga untuk keperluan perbaikan.

Customary Dispatch = Kecepatan biasa dan sering digunakan.

Dead on End = 
Sebutan untuk angin yang akan menghadang kapal; atau sebutan untuk kapal lain yang garis haluan dan buritannya ada pada garis pandang pengamat.

Demurrage =
Kompensasi yang harus dibayar oleh penyewa kapal jika lama waktu bingkar dan muat barang pada kapal yang disewa melebihi dari waktu yang ditetapkan dari perjanjian sewa. Besarnya jumlah kompensasi ini biasanya disebutkan secara eksplisit saat melakukan perjanjian sewa.

Deratisation = Pemberantasan tikus pada kapal.

Dingbat = 
Sebutan populer untuk alat pengepel yang terbuat dari tali tambang yang digunakan untuk mengeringkan geladak.


Ditty Bag = Tas kanvas kecil tempat pelaut menyimpan sesuatu yang kecil dan menguncinya.

Ditty Box = 
Kotak kayu kecil dengan gembok dan kunci tempat pelaut menyimpan barang berharga, alat tulis, dan berbagai macam sesuatu yang kecil.


Diurnal = Sehari-hari, perhari. Terjadi sekali dalam satu hari.

Diving Support Vessel = 
Kapal yang memiliki perlengkapan selam, yang menjalankan berbagai jenis operasi penyelaman. Kapal ini dapat juga dioperasikan dengan remote control atau robot penyelam (Remote Operated Vehicle, ROV).

Donkeyman =
Kelasi yang menangani pemanas atau mesin pembantu, dan membantu pekerjaan di ruang mesin.

Donkey's Breakfast = Sebutan yang digunakan oleh pelaut pedagang untuk matras atau tempat tidurnya.

Double bottom / double hull =
Lambung kapal atau bagian bawah kapal yang dibangun dengan teknik tertentu sehingga terdiri atas bagian dalam dan luar yang terpisah oleh ruang hampa, biasanya selebar beberapa kaki.

Drift Ice = 
Es pada perairan yang mengandung pecahan es kecil yang terapung, tetapi total area air lebih besar dari total area esnya.

Drilling Barge = 
Perahu yang dilengkapi dengan peralatan untuk operasi pengeboran di laut yang tenang. Biasanya tidak memiliki mesin penggerak. Kedalaman maksimum pengeboran sekitar 150 meter.

Drilling Rig =
Menara bor dengan sistem pemompa lumpur dan dapat diputar. Dapat dipasang baik pada pengeboran lepas laut maupun pada instalasi pengeboran lepas pantai seperti kapal pengebor (drillship).

Drilling Tender =
Instalasi alat pengeboran untuk kapal yang jenisnya tergantung pada kapal atau perahu untuk penyimpanan, akomodasi, dan sebagainya.

Drillship = 
Kapal yang dilengkapi dengan drilling rig (menara bor) dan mesin penggerak tersendiri. Posisi kapal ini tetap dengan adanya peralatan pengatur posisi dinamis (Dynamic Positioning Equipment). Kedalaman maksimal pengeboran sekitar 2.000 meter.

Dry cargo = 
Kapal yang membawa kargo kering, dapat memiliki satu atau lebih geladak.

Dunnage = 
Suatu material dari jenis apa saja, baik permanen maupun sementara yang digunakan untuk menjaga tempat penyimpanan dan melindungi kargo selama perjalanan kapal.

DWT =
Suatu unit kapasitas kapal untuk kargo, bahan bakar, barang dan awak kapal, yang diukur dalam satuan ton yang setara dengan 1.000kg. Berat mati (dwt) kapal adalah total berat yang dapat dibawa oleh kapal saat proses pemuatan barang.

Fair = Mengatur, mengubah, atau menyesuaikan bentuk atau ukuran.

Fairway = Jalur air yang dapat dilewati kapal, baik berupa terusan, pelabuhan, atau sungai.

Fake = 
Satu lingkar kumparan atau tali; membentuk kumparan atau mengatur tali untuk ornamen menjadi datar atau tampak datar yang biasanya berbentuk lingkaran atau segi delapan. Kadang disebut juga “cheesing down”.

Fang =Katup kotak pompa. Memancing pompa

Farewell Buoy = Pelampung untuk digunakan pada tepi laut yang diberikan dari dermaga.

Fast = Tambang untuk menambatkan kapal; sebutan untuk kapal saat sedang ditambatkan.

Fast Ice = Lapisan es di atas laut yang melebar dari daratan.

Fathom = 
Depa; Ukuran 6 kaki (1,83 meter); panjang yang dapat dicapai oleh lengan laki-laki yang diregangkan. Satu depa kayu artinya memiliki volume 6’x6’x6’=216 kaki kubik.

Feather Spray = 
Air berbusa yang naik dengan cepat sebelum buritan kapal berjalan dan baling-baling berputar di air.

Feeder Vessel =
Kapal laut jarak dekat untuk mengambil dan membawa barang dan kontainer dari atau menuju kapal laut besar.

Fiddles = 
Perekat untuk bahan kayu yang digunakan pada meja makan kapal pada cuaca yang buruk. Perekat ini akan membatasi gerakan piring, gelas, dan alat atau tempat makanan lainnya.

Field Ice = Bongkahan es yang ujung-ujungnya tidak dapat dilihat dari kapal.

Flake = 
Menggulung tali sehingga masing-masing dua ujung gulungan berjejer pada geladak bersebelahan dengan gulungan tali yang lain, sehingga tali dapat lebih mudah dilepaskan.

Fleeting = 
Memindahkan moving block pada katrol dari satu tempat ke tempat lain; memindahkan satu orang atau lebih dari satu area kerja ke area lain di dekatnya.

Flo-flo-ship =
Kapal khusus yang dapat menyelam sehingga kargo pada kapal dapat terapung atau hanyut, misalnya pada pengangkutan alat dongkrak yang dapat dibawa dengan cara “piggy back” dengan flo-flo-ship.

Flotsam, Flotson =
Barang-barang dan perabot yang masih terapung-apung setelah terjadi kecelakaan kapal.

Fly Boat =
Kapal boat cepat untuk perjalanan penumpang atau lalu lintas kargo pada perairan yang aman.

Fothering = 
Menutup lubang kecil pada bagian bawah kapal yang berada dalam air dengan menambalnya dengan layar yang diisi kayu berat.

Founder = Terisi dengan air dan tenggelam.

Frazil =
Es terapung berukuran kecil pada air sungai. Sebutan ini juga digunakan untuk lapisan es yang baru terbentuk pada laut.

Freshen the Nip = 
Menikung atau menarik sedikit bagian tali sehingga bagian tali yang rusak atau terkoyak dapat terbuang atau digantikan dengan bagian yang masih baru.

Full and By = Berlayar dengan semua layar terkembang.

Furniture = Perabot utama pada kapal, seperti tiang kapal, davit, alat derek, kerekan, dan lain-lain.

Gas tanker = 
Kapal khusus untuk transportasi gas (cair) terkondensasi. Kargo yang paling utama untuk kapal ini adalah LNG (Liquefied Natural Gas – gas alam cair) yang biasanya berupa gas metana, LPG – Liquefied Petroleum Gas (gas propana, butana), ammonia, dan etilen. Di atas kapal, gas dijaga agar tetap cair dengan isolasi berefektifitas tinggi (dengan prinsip termos air), dengan cara memberikan tekanan tinggi atau temperatur yang rendah hingga -163oC.

Gilliwatte = Nama yang diberikan kepada seorang kapten kapal pada abad ke 17.

Glory Hole = 
Suatu tempat tertutup yang tersembunyi untuk menaruh sampah atau barang yang tidak diinginkan saat membersihkan geladak.

Gob Line = Tali belakang; seutas tali yang digunakan oleh kapal kecil untuk bertambat;

Growler = Gunung es kecil hasil pecahan gunung es besar.

Handymax = ukuran 30,001 dwt - 50,000 dwt

Handysize = ukuran 10,000 dwt - 30,000 dwt

Haul = Menarik, menghela

Hawser =
Tali kabel baja yang fleksibel atau tali serat yang diunakan untuk menarik atau membelokkan sesuatu, dan untuk penambatan.

Hazing = 
Perlakuan sewenang-wenang dengan menyuruh orang bekerja terus-menerus, mengomel, dan berlaku kejam.

Head Fast = Tali penambat yang menjulur ke dapan dari ujung depan kapal.

Headway = Gerakan kapal ke depan di atas air.

Heave = Mengangkat.


Heavy Floe = Bongkahan es terapung dengan ketebalan lebih dari 3 kaki.

Hoist = Menaikkan

Horse Marine = Pelaut yang tidak cekatan.

Hove = Terangkat

Hove To = 
Kapal yang berada hampir melewati angin, tetapi lalu berhenti, dan tetap pada posisi ini dengan layar terkembang atau mesin yang tetap menyala.

Hoveller = 
Seseorang yang membantu penyelamatan jiwa dan barang-barang dari kapal yang mengalami kecelakaan di dekat pantai. Jika diperlukan, seringkali berada di kapal kecil pada perairan dangkal untuk menunggu datangnya kapal.

HSS - Highspeed Sea Service =
Konsep kapal ferry cepat dengan lambung ganda atau multilambung dengan kapasitas angkut hingga 1500 orang penumpang dan sekitar 400 mobil.

Hull Down =
Sebutan bagi kapal yang berada pada jarak jauh saat lambung kapal berada di kaki langit dan tiang serta bagian atasnya dapat terlihat.

Hulling = 
Floating Mengapung pada kondisi angin dan laut yang tenang; berlayar pada kondisi tenang; menembus kapal dengan proyektil.

Idle time = Periode waktu dari saat kapal mulai beroperasi tetapi belum menghasilkan keuntungan.

Idler = 
Anggota awak kapal yang bekerja sepanjang hari tetapi tidak ikut berjaga di malam hari, misalnya tukang kayu dan pembuat layar.

Indulgence Passenger = 
Seseorang yang diberi tiket kapal gratis, biasanya karena kasihan atau untuk menghibur.

Intermediate survey = 
Inspeksi kapal oleh surveyor golongan klasifikasi kapal yang biasanya diadakan sekitar dua setengah tahun sebelum dan sesudah inspeksi khusus. Inspeksi ini biasanya lebih teliti daripada inspeksi tahunan dan bertujuan untuk menjamin kelayakan standar kapal dalam golongan klasifikasi tertentu.

Jack Nastyface =
Nama panggilan untuk pelaut yang tidak populer, berasal dari nama pelaut yang pernah menulis pamflet mengenai kondisi Angkatan Laut Inggris pada awal abad 19.


Jackup = 
Instalasi yang dapat bergerak yang terdiri atas dek besar dengan kaki yang bias didongkrak. Saat beroperasi, kaki dongkrak dipasang pada dasar laut lalu kapal didongkrak. Saat operasi selesai, kaki dongkar ditarik kembali dan alat ini akan mengapung. Biasanya alat ini tidak dilengkapi dengan mesin penggerak tersendiri (kedalaman air maksimal 110-120meter). Biasanya digunakan sebagai pengebor.

Jerque =
Pencarian kapal oleh suatu badan tertentu karena bahan-bahan yang diangkut kapal tersebut yang ikut hilang.


Jetsam = Barang-barang yang telah keluar dari kapal dan tengelam.

Jimmy Bungs = Nama populer untuk rekanan kapal.

Jolly Boat = Kapal kecil yang merupakan bagian dari kapal besar untuk keprluan tertentu.

Keckling = 
Mengikatkan tali kecil di sekeliling kabel atau tambang untuk mencegah kerusakan terkikisnya kabel atau tambang tersebut
.
Kedging = 
Menggerakkan kapal dengan melempar jangkar dan menarik kapal menuju jangkar tersebut.

Kelter = Perintah dan kesigapan yang baik.



Terima kasih untuk berkunjung di blog saya yang serba kekurangan dan tidak lepas dari kekeliruan ,semoga apa yang saya tulis bermanfaat bagi anda sahabat pelaut semua dan saya sekali lagi berterima kasih kalau anda mau mengikuti blog saya dengan mengklik ikuti blog saya pada halaman sebelah kanan dan memberi masukan lewat komentar serta memberi saya masukan artikel atau tulisan lewat email saya ridwanborneos@gmail.com dan facebook saya di ridwan pontianak yang juga di sediakan link langsung di samping halaman blog.akhir kata semoga bermanfaat dan sukses slalu buat anda ...amin.